Salam Pramuka

Perubahan Kehidupan Dunia
Tidak terbayangkan jika Kepramukaan berada diluar kenyataan Nsional, Regional dan duni ayng mengelilinginya. Kepramukaan merupakan bagiandari kehidupan politik, sosial, kebudayaan dan ekonomi, yang selalu berinteraksi satu sama lain.
Ada beberapa keprihatinan masyarakat Internasional yang mempengaruhi kaum muda, antara lain, masalah lingkungan dan pembangunan, pengaruh Iptek terhadap masyarakat, makanan dan gizi, hak asasi manusia, hasil dari perdamaian, krisis perkotaan, redefinisi dan keamanan dunia, obat bius. Ditambah lagi dengan bencana peperangan, pengungsian, ketimpangan penghasilan serta kenyataan bahwa lebih dari 50% jumlah penduduk di negara berkembang berusia dibawab 25 tahun.
Apa pengaruh langsung maupun tidak terhadap proses pendidikan kaum muda? Untuk itu terlebih dahulu perlu dikutip kalimat terkenal dari J. Nisbitt : “The most reliable way to anticipate the future is by understanding the present”.
Dengan adanya perubahan yang sangat cepat di dunia ini maka yang terjadi antara lain: disorientasi kaum muda, berkurangnya idealisme, pragmatisme yang sempit, kebingungan etika dan politik, apatisme bertumbuhnya intoleransi, meningkatnya kekejaman.
Pada saat yang sama, kaum muda dipaksakan untuk menyesuaikan pola kehidupan mereka pada perubahan masyarakat yang berubah begitu cepat dari kehidupan keluarga, kehidupan yang berkebudayaan monolitik ke kehidupan lebih pluralis. Dimana datang banyak tawaran nilai yang sejalan maupun yang saling bertentangan.
Khusus untuk Indonesia, dapat dilihat perubahan kehidupan yang sangat cepat dalam beberapa dasawarsa terakhir ini. Pada tahun 1996, Prof. Robert A.Scalapino di Jakarta mengatakan antara lain : nilai-nilai politik pada akhir-akhir ini telah memudar dan ada kekuatan-kekuatan (nilai-nilai) lain yang segera mengisi kekosongan ini, yaitu kesadaran etnis yang meningkat dan diwilayah-wilayah tertentu oleh komitmen keagamaan. Dengan demikian, kita memasuki abad XXI dengan mempertanyakan “Apa yang saya percayai” (What di I believe?), dan “Siapa saya ini sebenarnya?” (Who am I). Kedua pertanyaan itu merupakan tantangan kembar di masa yang akan datang.
Pertanyaan yang diajukan Prof. Scalapino di atas pada dasarnya merangsang kesadaran kita akan perubahan-perubahan terus-menerus, dan yang begitu cepat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini. Reformasi di Indonesia yang berlangsung sejak 5 tahun terakhir ini sebenarnya hanyalah bagian proses perubahan yang terus-menerus itu, tetapi yang begitu menoonjol karena tanda-tanda riil yang dibawanya. Suasana reformasi menandai tuntutan nyata terhadap pembaharuan di hampir semua aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Alam reformasi dewasa ini menuntut banyak pembaharuan, menyangkut bukan hanya aspek struktural-fungsional, tetapi juga nilai-nilai dan perilaku.

Citra Kepramukaan
Dengan melihat dan memperhatikan perubahan-perubahan di dunia yang mekin cepat, maka diprakarsai oleh APR Sub Commitee pada tahun 1997, dilaksanakan oleh WOSM APR Office dan dimulai pada tahun 2000 sebuah studi yang terpadu mengenai kepramukaan di Asia Pasifik. Dimana Indonesia berpartisipasi penuh. Tim pembuat dan peneliti hasil survey ini diketuai oleh Dr. Evelina M. Vicencio dari University of Philippines.
Ada beberapa hal yang menarik dan perlu menjadi perhatian kita dari hasil studi tersebut, terutama yang menyangkut kepramukaan di tanah air, antara lain ketika diajukan pertanyaan “Scout program is better than the program offered by other youth organizations”. Masyarakat non Pramuka menjawab menjawab tidak pasti. Juga dengan dua pernyataan tentang pembina ‘Adults leaders lack commitment” dijawab oleh Pramuka dan non Pramuka dengan tidak pasti, sedangkan “Adult Scout Leaders take their job seriously” oleh non Pramuka dijawab tidak pasti.
Dari hasil studi di atas diusulkan pula oleh negara peserta survei langkah aksi yang harus dilakukan untuk memperbaiki dan memberdayakan Pramuka. Daftar di bawah ini disusun menurut banyaknya jumlah negara yang mengusulkan antara lain :
1. Introduce higher skills
2. Promote fun in Scouting
3. Promote Leader image
4. Promote Youth Exchange programmes
5. Create balance in the programme
6. Improve training and ensure support of adult leader
7. Introduce coed in Scouting
8. Try to keep the interests of older Scouts
Terlihat bahwa dari usulan di atas no. 1,2,4,5,7 adalah program anggota muda. Sebagai informasi, Indonesia bersama Bangladesh, India, Philipina, singapura mengusulkan no. 1.
Salah satu rekomendasi yang diberikan oleh tim kepada semua organisasi kepramukaan di Asia Pasifik adalah untuk meninjau kembali Program Anggota Muda (Youth Program).

Program Anggota Muda (Youth Program)
Pengertian yang luas mengenai konsep Program Anggota Muda adalah, keseluruhan atau totalitas dari semua yang dialami oleh Pramuka, APA yang dikerjakan oleh Pramuka (aktifitas, kegiatan), BAGAIMANA melakukan (metode) dan MENGAPA hal itu dilakukan (educational objectives yang sesuai dengan tujuan dan fungsi dasar kepramukaan). Hal penting lainnya adalah disertakannya anggota muda dalam menyusun kegiatan-kegiatannya dan dalam mengambil keputusan.
Sebagai sebuah sistem pendidikan, maka telah diputuskan oleh WOSM ada beberapa tingkatan tanggung jawab serta pelaksanaan:
1. Dasar, elemen yang tetap, yaitu tujuan prinsip dan metode yang sama di seluruh dunia, sebagai identitas dan persatuan Kepramukaan
2. Penyusunan programanggota muda, tiap Kwartir Nasional mempunyai tugas untuk menyusun dan meninjau program Anggota Mudanya dengan dasar elemen yang tetapdi atas sesuai dengan aspirasi masyarakat serta Anggota Muda di negaranya.
3. Kwarnas, Kwarda dan Kwarcab mempunyai tugas untuk diseminasi hasil-hasil penyusunan atau peninjauan program Anggota Muda dengan pelatihan, publikasi serta dukungan.
4. Kwartir Ranting serta Gugusdepan Pramuka bertugas untuk melaksanakannya dengan diseseuaikan dengan aspirasi masyarakat dan Anggota Mudanya.
Untuk memudahkan penyusunan atau peninjauan Program Anggota Muda ditawarkan dlapan (8) langkah pendekatan:
1. Mendefinisikan kembali tawaran pendidikan (Educational Proposal), utnuk menganalisa kebutuhan serta aspirasi Anggota Muda serta mengantisipasinya dengan macam pendidikan yang sesuai serta sejalan dengan tujuan, prinsip serta metode kepramukaan.
2. Mengidentifikasikan area pengembangan probadi (area of personal growth), yang meliputi seluruh dimensi dari kepribadian manusia.
3. Menyusun sasaran umum pendidikan (general education objectives) dari dari area pengembangan pribadi sebagai hasil yang diharapkan dapat dicapai sewaktu seorang pemuda/i meninggalkan Gerakan Pramuka.
4. Mendefinisikan kerangka umur dan pembagian golongan umur sesuai dengan analisa dari tingkatan perkembangan anggota muda.
5. Menyusun sasaran pendidikan untuk tiap tingkatan golongan umur yang secara realistis menggambarkan tingkatan pengetahuan, ketrampilan serta sikap yang harus dicapai
6. Membangun tipe-tipe kegiatan yang dapat ditawarkan kepada Pramuka, dimana ia dengan ikut kegiatan tersebut dapat mencapai sasaran pendidikan.
7. Menyusun metode-metode sesuai dengan golongan umur, berdasarkan Metode Kepramukaan
8. Membangun skema prograsif untuk membantu Pramuka membangun sasaran pribadinya dan memotivasi mereka membuat kemajuan.
Peninjauan kembali Program Anggota Muda harus dilakukan setiap lima (5) tahun dan peninjauan ulang secara keseluruhan sekitar sepuluh tahunan. Sebagai catatan, SKU kita disusun tahun 1974.

Apa yang telah dilakukan?
Sesuai dengan program kerja Kwartir Nasional Gerakan Pramuka masa bakti 1998-2003 serta diperkuat hasil Rakernas, maka Kwarnas telah memulai dengan proses peninjauan kembali Program Anggota Muda. Saat ini sedang dalam tahapan:
1. Peninjauan kembali tawaran pendidikan kepramukaan kepada masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, aspirasi anggota muda.
2. Telah dicapai kesepakatan sementara tentang area pengembangan pribadi
3. Telah dilaksanakan pembedahan SKU sesuai dengan area perkembangan pribadi yang kita sepakati.

Harapan Kami
Kami mengharapkan agar:
1. Semua jajaran Gerakan Pramuka mengetahui tentang perlunya peninjauan kembali anggota Gerakan Pramuka
2. Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega bersama Kwartirnya diharapkan mendukung tim yang ada di Kwartir Nasional dalam melaksanakan program peninjauan kembali tersebut

Diskusi
Dalam Diskusi kelompok di Lokakarya diinginkan agar tercapai hasil berupa usulan rencana aksi/langkah umum Kwarnas masabakti 2003-2005 :
1. Apa pendekatan-pendekatan terbaik yang harus dilakukan untuk proses peninjauan tersebut?
2. Usulan rencana aksi/langkah yang dilakukan oleh Kwarnas/DKN, Kwarda/DKD dan Kwarcab/DKC.

Salam pramuka

Sumber :
– Lokakarya Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional di Yogyakarta (Raimuna Nasional Tahun 2003)